Malang, 14 April 2026.
Sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terjaga stabil di
tengah ketidakpastian perekonomian global akibat eskalasi tensi geopolitik di kawasan
Teluk.
Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada
Februari 2026, kredit tumbuh sebesar 4,31 persen yoy menjadi Rp110,36 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Konsumsi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 7,73
persen, diikuti oleh Kredit Investasi 4,80 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja 1,72 persen.
Berdasarkan jenis debitur, Kredit UMKM mengalami penurunan sebesar 1,03 persen yoy
dengan porsi penyaluran di wilayah kerja OJK Malang sebesar 32,70 persen.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL sebesar 3,04 persen
(Desember 2025: 2,62 persen) dan Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 10,82 persen
(Desember 2025: 10,11 persen).

Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada Februari 2026, kredit tumbuh sebesar 4,31 persen yoy menjadi Rp110,36 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Konsumsi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 7,73 persen, diikuti oleh Kredit Investasi4,80 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja 1,72 persen. Berdasarkan jenis debitur, Kredit UMKM mengalami penurunan sebesar 1,03 persen yoy dengan porsi penyaluran di wilayah kerja OJK Malang sebesar 32,70 persen.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL sebesar 3,04 persen (Desember 2025: 2,62 persen) dan Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 10,82 persen (Desember 2025: 10,11 persen).
Penyaluran kredit dan/atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih tertuju kepada 3 (tiga) sektor ekonomi utama yaitu Rumah Tangga (Rp32,94 triliun; porsi: 29,85 persen), Perdagangan Besar Dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp20,61 triliun; porsi: 18,67 persen), dan Industri Pengolahan (Rp20,37 triliun; porsi: 18,45 persen).
Terkait dengan pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan/atau pemblokiran atas sebanyak 33.252 rekening (prev: sebanyak ±32.556 rekening) yang terindikasi judi online.
Perkembangan Sektor IKNB

Pendapatan premi asuransi umum per 28 Februari 2026 tercatat sebesar Rp88 miliar atau tumbuh 172,09 persen secara yoy dengan klaim asuransi sebesar Rp31 miliar atau tumbuh 19,42 persen. Pendapatan premi asuransi jiwa dan klaim asuransi jiwa masih mencatatkan penurunan apabila dibandingkan tahun sebelumnya (menurun masing-masing sebesar 10,66 persen dan 30,27 persen) namun mulai menunjukkan peningkatan secara mtm.
Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Februari 2026tumbuh6,47 persen yoy dengan nilai mencapai Rp239,16 miliar. Jumlah investasi sendiri mengalami kenaikan sebesar 4,25persen yoy menjadi Rp218,48 miliar.
Di sektor PVML, penyaluran piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan menurun3,21persen yoy pada Februari 2026 menjadi Rp7,07 triliun, masih didominasi dengan Pembiayaan Multi Guna sebesar Rp4,42 triliun. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 4,63 persen.
Penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi kepada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp1,58 triliun; porsi 22,37persen); Aktivitas Jasa Lainnya (Rp866,18 miliar; porsi: 12,25 persen); serta Industri Pengolahan (Rp817,26 miliar; porsi 11,56 persen).
Pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh 16,01persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp467 miliar. Risiko kredit terjaga dengan NPF sebesar 2,39 persen atau meningkat 0,13 persen yoy.
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

OJK Malang telah memberikan 1.028 layanan konsumen sejak 1 Januari 2026 s.d 31 Maret 2026 yang terdiri dari pemberian informasi (97,08 persen), pengaduan (2,63 persen), dan pertanyaan (0,29 persen).
Ditinjau dari sektor usaha Pelaku Usaha Jasa Keuangan, 44,94 persen berkaitan dengan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan 42,80 persen berkaitan dengan perbankan. Secara keseluruhan, mayoritas topik layanan terkait fraud oleh pihak eksternal (25,10 persen), permasalahan SLIK (22,57 persen), dan konsultasi restrukturisasi kredit (15,27 persen).
Sejak 1 Januari 2026 s.d 31 Maret 2026, OJK Malang telah memproses 3.792 permintaan informasi debitur pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dimana 2.277permintaan informasi diajukan secara luring dan 1.515 diantaranya diajukan secara daring.
